LUMAJANG – Prestasi pesepak bola muda asal Lumajang, Lintang Radisty, yang berhasil menembus skuad Timnas Putri Indonesia U-17 menjadi bukti nyata bahwa anak daerah mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Baca juga: Kesehatan Mental Jadi Sorotan, BEM STKIP PGRI Lumajang Gelar Mentality Workshop 2026
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar prestasi individu, melainkan simbol keberhasilan generasi muda daerah yang mampu menembus persaingan ketat dunia olahraga.
“Lintang adalah kebanggaan Lumajang. Semangat dan perjuangannya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi,” tegasnya saat menerima audiensi, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, disiplin latihan, dan kemampuan beradaptasi di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Lintang yang kini memperkuat Arema FC Women tercatat sebagai bagian dari 19 pemain yang mengikuti pemusatan latihan Timnas Putri U-17 dalam program kerja sama PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).
Program tersebut berlangsung di Clairefontaine National Football Centre, Prancis, pusat pelatihan sepak bola bergengsi di Eropa. Dalam program itu, Lintang dinilai mampu menunjukkan performa dan adaptasi yang menonjol.
Bagi Pemkab Lumajang, capaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan generasi muda, khususnya atlet perempuan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan ruang dan kesempatan.
Yudha menegaskan, olahraga menjadi salah satu jalur strategis dalam membangun karakter, kepercayaan diri, dan daya saing generasi muda.
Sementara itu, Lintang mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Timnas Putri U-17 dan mendapatkan pengalaman berlatih di Prancis.
“Ini pengalaman berharga dan menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Pemkab Lumajang berharap prestasi tersebut mampu mendorong lebih banyak generasi muda untuk percaya diri mengejar prestasi, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai lumbung talenta yang mampu bersaing di kancah internasional (Red).
Editor : Redaksi