Sekdes Selok Awar-Awar Bantah Uang Hasil Pasir Masuk Kas Desa

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Penghasilan tambang pasir illegal yang dikelola oleh Kepala Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirianm, Haryono bersama premannya yang dulu sebagai tim suksesnya, tidak masuk ke kas Desa. 

"Tidak ada catatanya dan pembukuan di desa," ujar Sekretaris Desa, Rahmad ketika ditemui wartawan di Balai Desa, Sabtu(03/10).

Baca juga: LAZISNU Lumajang Terus Bergerak, Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Bagi dia, dirinya selaku pengelola ADD Desa, tidak perna tahu soal retribusi pasir yang ditarik oleh Madesir dengan kelompoknya. "Gak ada mas, saya juga tidak tahu," ungkapnya.

Baca juga: Harry Purwanto, Akademisi dan Praktisi Media yang Mengembangkan Komunikasi Digital Indonesia di Lumajang

Rahmad juga tidak perna diajak bicara soal tambang pasir yang dilakukan oleh Kadesnya. "Saya tidak tahu dan tidak pernah diajak bicara," jelas pria yang kurang satu tahun lagi pensiun.

Baca juga: Peduli Pengembangan Atlet Santri, Ning Laila Serahkan Alat Pertandingan di Kejurkab VII Trisula 2026 Pagar Nusa Lumajang

ADD Desa Selok Awar-awar ditambah dana PNPM serta dana lainya jika ditotal untuk tahun 2015 sekitar Rp. 1.009.000.000.  Bahkan, peraturan desa tentang tambang juga tidak diketahui oleh Sekdes, kalau itu biasanya diketahui dan tidak ada rapat. "Gak ada mas," ungkapnya. (ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru