Lumajang (lumajangsatu.com) - Untuk meningkatkan kemampuan menembak tim pemburu begal saat dilapangan. Sebanyak satu pleton personil Polres Lumajang tergabung dari tim pemburu kejahatan jalanan dilatihan menembak menggunakan laras panjang V2 di Lapangan Mapolsek Klakah.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara AKP Jauhar Maarifi dibagi menjadi 3 tahap. Tahap yang pertama adalah pengenalan senjata, mengingat pengenalan senjata sangat penting karena hal tersebut dapat menumbuhkan chemistry antara operator terhadap senjata yang akan mereka gunakan.
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
"Tim pemburu begal ini harus memiliki keahlian menembak dan bergerak cepat dalam mengungkap pelaku kejahatan jalanan," ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban, Minggu(10/2/2019).
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
Selanjutnya adalah latihan tembak reaksi dengan jarak 25 meter. Dalam tahap ini, personel dilatih untuk siap melumpuhkan lawan dalam jarak 25 meter dengan reaksi yang cepat menggunakan senjata yang mereka pegang.
"Operator harus berlari kearah titik yang ditentukan, yang mana disimulasikan sebagai titik aman dalam menembak target," jelas Kapolres.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
Sedangkan untuk tahap terakhir sendiri adalah menembak dengan berbagai gaya (berdiri, jongkok, tiarap) dengan jarak target sejauh 60 meter. Ketenangan dalam menembak serta fokus terhadap target sasaran sangat mempengaruhi hasil tembakan dari para operator senjata tersebut. (res/ls/red)
Editor : Redaksi