Lumajang (lumajangsatu.com) - AKBP DR. Arsal Sahban SIK, Kapolres Lumajang bersama Tim Cobra mendatangi lokasi bentrok antar pemuda. Bentok melibatkan dua kubu pemuda Desa Selok Awar-Awar dan Bades Kecamatan Pasirian dipinggir jalan raya Desa Bades.
Arsal menyebutkan belum mengamankan satupun tersangka dalam aksi bentrok yang membuat Dimas Abdul Honi (16) meregang nyawa. Polisi masih melakukan pengecekan TKP untuk memahami kronlogis terjadinya bentrok antar kubu dua pemuda itu.
Baca juga: DPRD Lumajang Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Soal Keberlanjutan Program MBG
"Kita belum amankan satu tersangka pun, kita baru melakukan cek TKP terjadinya bentrok, namun kita sudah kantongi nama-nama yang tawuran," ujar Arsal Sahban, Selasa (09/04/2019).
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
Yang paling memililukan, korban dan para pelaku rata-rata masih dibawah umur. Bentrok antar dua kelompok pemuda itu juga dipicu oleh minuman keras oplosan.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
"Yang membuat pilu adalah korban dan para pelaku rata-rata masih dibawah umur. Ada degradasi moral hari ini," pungkasnya.(In/yd/red)
Editor : Redaksi