Lumajang (lumajangsatucom) - Bentrok antar pemuda dua Desa Bades VS Selok Awar-Awar dipicu karena minuman keras. Pada malam kejadian, para anak muda Bades menggelar pesta miras di pinggir jalan raya.
Sekitar jam 22.00 wib, miras lokal oplosan (milo) habis dan salah seorang pemuda bernama David keluar untuk mencari miras. Ditengah jalan, David bertemu dengan kelompok pemuda dari Desa Selok Awar-Awar yang bermain sepeda knalpot brong.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
"Aksi tawuran dua kelompok pemuda dari dua desa ini dipicu karena miras," ujar AKBP DR. Arsal Sahban SIK, Kapolres Lumajang saat cek TKP bentrok, Selasa (09/04/2019).
BACA JUGA : Tawuran Pemuda Bades VS Selok Awar-Awar Nyawa Dimas Melayang
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
David yang sendirian lari dan dikejar oleh kelompok pemuda Selok Awar-Awar hingga sampai di jalan Bades. Dilokasi tersebut, berkumpul teman-teman David dan akhirnya terjadi tawuran hingga mengakibatkan satu korban meninggal bernama Dimas Abdul Honi (16) pemuda Bades.
"Dikejar hingga sampai disini, terjadi tawuran hingga satu orang meninggal," terang Arsal.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Dari hasil penyelidikan awal, tidak ada senjata tajam yang digunakan. Para pemuda yang terlibat tawuran menggunakan benda-benda disekitar lokasi seperti balok kayu dan lainnya.
"Tadi kita tanyakan menggunakan senjata tajam atau tidak, rata-rata menggunakan senjata tumpul," pungkasnya.(In/yd/red)
Editor : Redaksi