Lumajang (lumajangsatu.com) - Temuan dugaan money politic di Kecamatan Pronojiwo terancam mandek. Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lumajang tidak bisa memeriksa para saksi, karena mengaku tidak tahu.
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
"Kemarin hari Senin kita undang satu saksi, mereka menjawab tidak tahu dan tidak memberikan keterangan," ujar Amin Shobari SH, Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Selasa (23/04/2019).
Hari Selasa, Bawaslu kembali mengundang para saksi yang diduga mengetahui dugaan politi uang tersebut. Namun, hingga sore para saksi tidak datang ke Bawaslu Lumajang.
"Gakumdu sudah siap melakukan penyelidian, namun para saksi tidak ada yang datang,' jelasnya.
Temuan dugaan poltik uang itu berawal dari informasi warga mengamankan seseorang yang membawa 3 aplop berisi uang 30 ribuan. Dalam amplop tersebut ada salah satu kartu saku salah satu calon anggota legislatif.
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
Karena syarat meteriil terpenuhi, maka Bawaslu menjadikan temuan dugaan money politic. Namun, kendala yang dihadapi saat akan dilanjut pada proses berikutnya tidak ada saksi yang mau memberikan keterangan atas dugaan politik uang tersebut.
"Kita akan rapatkan dengan Gakumdu kelanjutkan kasus tersebut," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi