Lumajang (lumajangsatu.com) - Dua inovasi publik Kabupaten Lumajang Suami Siaga (Susi) di Puskesmas Gucialit dan Blood Jek (ojek darah) di UTD PMI Lumajang masuk dalam top publik service. Bahkan, dua inovasi itu akan ikut dalam United Nations Public Service Forum yang digelar oleh PBB di Republik Azerbaijan negara dipersimpangan Eropa dan Asia Barat Daya.
Thoriqul Haq, Bupati Lumajang menyatakan dua inovasi pelayanan publik itu akan di presentasikan di depan forum. Nantinya, akan dipilih inovasi pelayanan publik terbaik dan akan mendapatkan penghargaan dari United Nations Public Service Forum.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Forum yang digelar oleh PBB tersebut akan digelar pada tanggal 24-26 Juni 2019. Lumajang akan berangkat dengan sejumlah inovasi pelayanan publik dari berbagai kota di Indonesia yang dinyatakan lolos oleh Kementrian Dalam Negeri.
"Ada dua inovasi publik dari Lumajang yang akan dipresentasikan di forum international. Semoga akan membawa nama harus Kabupaten yang kita cintai ini," jelas Thoriq, Jum;at (21/06/2019).
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
Dari inovasi publik itu, cak Thoriq menyebut blood jek adalah yang paling memungkinkan untuk meraih penghargaan. Sebab, di Indonesia yang memulai pertama ojek darah adalah Kabupaten Lumajang dan dampaknya sangat dirasakan.
Kecepatan darah sampai kepada yang membutuhkan dengan menggunakan ojek darah sangat cepat. Sehingga saat ini sudah banyak UTD PMI Kabupaten/Kota yang menggunkan ojek darah agar bisa banyak menyelamatkan nyawa manusia.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
"Ojek darah ini yang memang inovasi yang muncul dari Lumajang. Meskipun sudah banyak UTD PMI di Indonesia yang mulai menerapkan blood jek," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi