Lumajang (lumajangsatu.com) - Ponpes Nurul Faroh Desa Mangunsari Kecamatan Tekung mengapresiasi acara HIPSI Goes To Pesantren. Kegiatan itu memang yang ditunggu-tunggu oleh pesantren agar para santri bisa memiliki skill untuk bekal setelah keluar dari pesantren.
Ustadz Moch. Khuzeinuddin, Ketua Yayasan Nurul Faroh menyatakan kegiatan itu adalah harapan lama yang baru terealisasi. Harapannya, santri dan pesantren bisa mandiri dalam bidang ekonomi dengan berwirausaha. "Saya berterima kasih pada HIPSI Lumajang," jelas Gus Zein kepada Lumajangsatu.com, Jum'at (06/09/2019).
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Pesantren diera yang semakin maju dan persaingan semakin terbuka tidak cukup dibekali dengan ilmu agama saja. Namun, bekal kemampuan berwirausaha harus dimiliki, sehingga lulusan pesantren tidak menyumbang jumlah pengangguran baru.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
"Ilmu agama sudah pasti, tapi kita akan bekali lulusan pesantren dengan skill dalam berwirausaha," paparnya.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Ponpes Nurul Faroh Desa Mangunsari disamping ada sekolah diniyah juga ada sekolah formal SMP dan SMK. "Sangat penting sekali bagi santri memiliki kemampuan wirausaha jika sudah keluar dari pesantren dan kita sudah siapkan sekolah SMK," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi