Sejarah Lumajang

Situs Biting Adalah Aset Berharga Bagi Lumajang

lumajangsatu.com
Junus Satrio Atmodjo, arkeolog senior Indonesia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan

Lumajang (lumajangsatu.com) - Situs Biting di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono adalah aset sejarah penting bagi Lumajang. Tidak banyak daerah yang memiliki sejarah besar dan sejarah masa lalu adalah hal yang tidak bisa diulang.

Junus Satrio Atmodjo, arkeolog senior Indonesia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan menyatakan Situs Biting memiliki luas terakhir tercatat 135 hektar. Tentunya, butuh waktu lama, butuh tenaga banyak untuk menciptakan pemukiman yang sebesar Situs Biting.

Baca juga: Sukan S.H., M.Pd Terpilih Jadi Ketua PD-IPARI Lumajang Periode 2026-2030

"Kuto itu artinya benteng dari bahasa Sansekerta. Jadi masyarakat masih ingat disini ada benteng besar," tuturnya, Rabu (09/10/2019).

Baca juga: DPRD Lumajang Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Soal Keberlanjutan Program MBG

Pesan Junus pada Pemerintah Lumajang agar tetap menjaga dan melestarikan Situs Biting. Sumberdaya budaya khususnya arkeologi adalah sumberdaya yang tidak bisa digantikan. "Penting dipelihara, karena kita tidak bisa mengulang masa lalu," jelasnya.

Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah

Sejarah dengan bukti-buktinya bukan untuk kepentingan saat ini, tapi untuk masa depan. Prancis dan Inggris bisa bangga dengan peninggalan masa lalunya dan tetap dipertahankan dengan baik. "Kalau ingin dikagumi maka harus dimanage. Memanage itu membuat aturan-aturan mana yang bolah dan yang tidak boleh," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru