Yosowinagun - Mencicipi kuliner unik di warung Sate Gulai Pak Yunus dengan menu colok gembrung alias sate kikil yang gurih ini sudah ada sejak dulu dan hanya Desa Kalipepe Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Colok gembrung memiliki rasa yang khas, karena bumbunya dibuat dengan resep khusus berbahan galendo.
Merupakan kulit sapi dipotong kecil ditusuk menggunakan lidi seperti sate. Saat dimakan kulitnya terasa empuk dengan bumbunya terasa gurih sedikit terasa manis.
Baca juga: Lewat Pandangan Umum, Fraksi PDI Perjuangan Apresiasi Kinerja Sekaligus Beri Masukan Bupati Lumajang
Cara makannya bisa langsung sebagai cemilan, atau bisa juga dimakan dengan ketupat lebaran atau nasi putih. Colok gembrung disukai oleh berbagai kalangan dari anak hingga dewasa.
"Colok gembrung juga banyak yang membeli dan rasanya pun sangat enak," ujar Santi salah satu pegawai.
Tak ada yang tahu persis makanan itu disebut colok gembrung namun menurut para pedagangnya, colok dalam bahasa Indonesia berarti tusuk. Sedangkan gembrung artinya bunyi atau yang keluar dari alat musik berbahan kulit seperti beduk.
Baca juga: Harry Purwanto Ajak Siswa Baru SMPN 1 Lumajang Bijak Bermedia Sosial Saat MPLS
Menurutnya,dalam sehari sebanyak 500-1500 tusuk yang disediakan langsung diborong habis. Harga satu tusuknya Rp 1.000, dibungkus dengan daun pisang menjadi 1 paket berisi 10 tusuk, atau per bungkus Rp 10.000
"Biasanya pembeli juga meminta tambah bumbunya, karena mungkin khasnya di bumbunya ini terbuat dari galendo yang sudah diolah pake bawang dan bumbu lainnya," katanya.
Galendo atau ampas kelapa didapat dari proses pembuatan minyak kelapa. Ampas berwarna cokelat ini rasanya gurih dengan aroma wangi kelapa.
Baca juga: Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik
Sementara itu salah seorang pembeli Yuliana, mengatakan colok gembrung ini sudah menjadi kudapan favoritnya sejak kecil. Sampai saat ini diusianya sudah 38 tahun tetap suka dengan colok gembrung.
"Makan colok gembrung ini tak pernah ada bosannya, rasanya tetap sama dari dulu. Memang rasanya sudah khas jadi kalau tidak habis di bungkusnya pengennya terus makan," ucapnya.(Ind/red)
Editor : Redaksi