Lumajang - Kejahatan yang marak di Lumajang mulai terkuak penyebabnya. Kapolres, AKBP Adewira Siregar mengaku aksi kejahatan terjadi lantaran pelakunya memakai narkoba, minuman keras dan pil koplo.
"Jadi mereka memiliki gaya hidup 3 memakai narkoba, miras dan pil," ujar mantan Kapolresta Blitar itu pada lumajangsatu.com, (20/2/2020).
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
Masih kata dia, banyak pelaku kejahatan yang diamankan mengaku sering memakai narkoba jenis sabu, minum miras dan pil koplo. Namun, kebanyakan didominasi memakai sabu-sabu yang dibeli ke seorang pengedar dan bandar.
"Kasus kejahatan dengan kekerasan, rata-rata uang hasil merampas motor dan mencuri sapi memakai sabu," jelasnya.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Polres Lumajang terus mendalami pasokan sabu dari seorang bandar. Karena, dengan memakai sabu para pelaku kejahatan memiliki keberanian luar biasa.
"Sabu salah satu narkoba yang membuat pemakainya tenang dan memiliki keberanian," terangnya.
Untuk mengantisipasi maraknya kejahatan dikarenakan faktor ekonomi, tetap bekerjasama dengan Pemkab, Satpol PP dan Pemerintah desa selaku pembina Satgas Keamanan Desa (SKD).
"Untuk narkoba bersama BNN," pungkasnya. (ls/red)
Editor : Redaksi