Lumajang - Aliansi Kepemudaan Lumajang yang menamakan sebagai Poros Swandak melakukan aksi damai namun berujung saling dorong antara petugas keamanan lantaran Bupati dan Wakil Bupati tak kunjung menemui Senin, (14/09/2020).
Aksi damai yang melibatkan organisasi KP2L, HMI, IMM dan Lumajang Progresif mengkritisi dalam pembangunan Kabupaten Lumajang selama kepemimpinan Thoriqul Haq serta Indah Masdar.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Mereka berpendapat bahwa periode ini hampir setengah perjalanan tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Lumajang yang sampai sejauh ini kurang mengindahkan kebutuhan masyarakat yang dianggap fundamental serta unsur paling instrumental seperti pembangunan SDM dan kesejahteraan masyarakat.
"Menjelang 2 tahun kepemimpinan Cak Thoriq dan Bunda Indah kami mengkritisi terhadap janji yang telah diucapkan dan kami menagihnya" Ujar Aan Robi Azis Ketua Umum HMI Lumajang. (Oky/ls/red)
Adapun yang tuntut diantaranya,
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
1.Memperhatikan kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Lumajang sesuai dengan janji politik (nawacita) Bupati serta Wakil Bupati pada poin 8.
2.Segera mengambil langkah strategis dalam menumbuhkan ekonomi domestik
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
3. merevitalisasi terhadap pembangunan sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lumajang merosot tajam dibanding periode sebelumnya
4. Melaksanakan janji politik (nawacita) dengan amanah dan penuh tanggungjawab yang sampai saat ini hanya terlaksana sekedar 20% secara dara empirik.
Editor : Redaksi