Lumajang - Meningkatnya aksi kriminalitas seperti perampokan, pencurian sepeda motor, pembegalan, pencurian hewan ternak menjadi keprihatinan bagi DPRD Kabupaten Lumajang. Lewat program dewan mendengar di Radio Gloria FM, Zainal Abidin anggota Komisi A DPRD Lumajang menyatakan bahwa menjaga Kamtibmas adalah tugas bersama.
Saat kepemimpinan Kapolres Lumajang Arsal Sahban di Lumajang dibentuk Satgas Keamanan Desa (SKD). Kala itu, SKD difungsikan cukup masif dalam melakukan pengamanan daerah, didukung oleh gerak cepat Tim Cobra dalam merespon setiap kejadian kriminalitas.
Baca juga: Sukan S.H., M.Pd Terpilih Jadi Ketua PD-IPARI Lumajang Periode 2026-2030
Bahkan, Tim Cobra gencar melakukan razia sepeda bodong dan melakukan razia kandang-kandang jika terjadi aksi pencurian sapi. Namun, kini keberadaan SKD seakan mulai redup, meskipun di sejumlah Desa keberadaan SKD tetap aktif dalam menjaga keamanan wilayahnya.
Namun, Zainal menyoroti tentang kelembagaan SKD yang seakan tidak punya induk, berbeda dengan Linmas. DPRD menyarankan agar SKD diakomodir dan diberi kelembagaan yang jelas dan tentu harapannya bisa menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Lumajang.
Baca juga: DPRD Lumajang Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Soal Keberlanjutan Program MBG
“Kita berharap SKD bisa diakomodir dan ada kelembagaan yang jelas, seperti halnya Linmas,” jelas Zainal.
Munculnya SKD sebenarnya berawal dari orang-orang yang biasa begadang malam hari dan tergabung dalam radio komunitas. Kemudian diakomodir untuk bersama-sama menjaga keamanan di masing-masing Desa. Kala itu, SKD sangat aktif dan melakukan patroli gabungan bersama SKD lain dan juga bersama Tim Cobra.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
“Kita berharap SKD kembali aktif dengan dukungan Pemerintah Lumajang dan ada kelembagaan yang jelas bagi SKD,” pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi