Lumajang - Dana APBD Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp11,8 miliar dialokasikan membangun Dam Gambiran atau Dam Boreng. Selain pembangunan Dam, juga dibangun intake saluran air ke persawahan yang menelan dana sebesar Rp1,3 miliar.
Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni menyatakan alasan pemerintah Provinsi mau membangun Dam Gambiran, karena dam tersebut dibutuhkan untuk mengairi sekitar 278 lahan pertanian padi. Karena Damnya jebol, sehingga lahan pertanian subur di beberapa Desa di Kecamatan Lumajang menjadi terganggu.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Jika nanti Dam Boreng sudah berfungsi dengan maksimal, petani di beberapa Desa bisa beralih lagi menang pagi. Untuk sementara, sambil menunggu pembangunan Dam selesai, para petani diminta untuk menanam palawija.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
“Kita minta petani tanam palawija terlebih dahulu, jika sudah selesai Dam Boreng dibangun maka nanti bisa tanam padi lagi,” jelas Indah Wahyuni.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Pj. Bupati Lumajang tetap ingin mempertahankan Kabupaten Lumajang sebagai lumbung padi yang bisa memenuhi kebutuhan lokal dan bisa menopang Jawa Timur swasembada pangan. “Itu alasannya kepada Pemprov Jatim mau membantu membangun Dam Boreng,” pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi