Digelar Dinkes P2KB

Lewat Kegiatan Seminar, Pelajar Lumajang Diajak Cegah HIV dan Penghapusan Stigma

Reporter : Babun Wahyudi
Seminar HIV Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang

Lumajang - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menggelar Seminar Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tema yang diusung “Generasi Muda Lumajang Membangun Kesadaran Terhadap HIV Untuk Pencegahan dan Penghapusan Stigma, di Aula SMK Negeri 02 Lumajang.

Seminar menghadirkan perwakilan pelajar dari Lumajang. Para peserta diberi materi tentang HIV, cara penyebaran, pencegahan dan ciri-ciri orang HIV. Peserta juga diajak untuk menghapus stigma negatif penderita HIV dengan tidak mengucilkan, akan tetapi membantu memberikan semangat agar terus tetap bertahan hidup.

Baca juga: Harry Purwanto, Akademisi dan Praktisi Media yang Mengembangkan Komunikasi Digital Indonesia di Lumajang

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lumajang dr. Marshall Trihandono berharap dengan kegiatan tersebut stigma negatif penderita HIV bisa dihilangkan. Masyarakat tidak lagi mengucilkan dan penderita HIV tidak lagi malu dengan penyakit yang dideritanya.

Masyarakat tidak perlu mengucilkan, karena HIV adalah penyakit yang tidak menular lewat udara. HIV hanya menular melalui darah dan hubungan sex. Jika hanya ngobrol bareng, penyakit HIV tidak akan menular.

Baca juga: Peduli Pengembangan Atlet Santri, Ning Laila Serahkan Alat Pertandingan di Kejurkab VII Trisula 2026 Pagar Nusa Lumajang

“Kita harus memberikan support bagi orang terkena HIV, karena orang HIV harus mengkonsumsi obat seumur hidupnya. Jika kekebalan tubuhnya turun, maka HIV akan semakin parah,” jelasnya dr. Marshall, Kamis (31/10/2024).

Dari data, HIV merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi jutaan orang seluruh dunia. Data Kementerian Kesehatan mencatat hingga tahun 2023 jumlah penderita HIV di Indonesia mencapai 500 ribu lebih dan sekitar 69,9% penderitanya adalah usia produktif antara 25-49 tahun.

Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa

Sedangkan di Kabupaten Lumajang, laporan kasus baru usia remaja antara 15-24 tahun, tahun 2020 ada 15�ri total 233 kasus baru HIV. Tahun 2021 13,9�ri 172 kasus baru HIV. Tahun 2022 7,7�ri 262 kasus baru HIV. Tahun 2023 8,4�ri 478 kasus baru HIV di Kabupaten Lumajang.

“Penderita HIV/AIDS urutan terbanyak pada kelompok usia 20-29 tahun, yang merupakan generasi muda penerus bangsa,” pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru