Lumajang(lumajangsatu.com)- Jumlah balita yang terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat Erupsi Gunung Bromo terus bertambah, kini sudah tercata 33 Balita yang datang silih berganti ke Poli Kesetahan Desa Argosari Kecamatan Senduro Lumajang, Jumat (17/12/15).
"Dalam dua minggu ini kunjungan ke pos kesehatan desa sudah ada 33 anak mas," ujar dr. Triworo Setyowati, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang kepada sejumlah awak media.
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
Masih katanya Triworo, menurutnya yang paling berbahaya dari serangan Abu Vulkanik Gunung Bromo ini adalah bagian mata, dan saluran pernapasan sehingga harus dilindungi jika beraktivitas di luar rumah.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
"Kalau mau keluar rumah harus pakai masker dan kaca mata, sebab yang paling rawan dari abu vulkanik ini adalah serangan pada selaput mata dan saluran pernapasan atas mas," imbuhnya sambil menunjukkan masker yang ia pakai.
Tak hanya itu, dalam mengantisipasi terus bertambahnya korban ISPA pada warga yang diguyur hujan abu ini, Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
"Bidannya kan stay disini mas, jadi jika ada gejala ISPA lagi bisa langsung ditangani, agar tidak sampai terjadi komplikasi," pungkasnya. (Mad/red)
Editor : Redaksi