Jatiroto (lumajangsatu.com) - Dibawah pohon "Sopen" tanpa nama di Pemakaman Umum "Bujuk Sentono" juga ada 5 buah kuburan tanpa identitas di Dusun Kambengan Desa Banyuputih Kidul Kecamatan Jatiroto.
Anehnya, kuburan muslim ini berada diantara bekas bangunan kuno ditumpukan batu bata. Warga juga menyebutnya Bujuk Sentono, atau tokoh Desa dahulu kala zaman kerajaan Lamajang.
Baca juga: Lailatul Ijtima' Jadi Momentum Istimewa, Kader NU Lumajang Munajat Jelang Muktamar ke-35
BACA JUGA : Kisah Mistis Pohon "Sopen" Tanpa Nama di Banyuputih Kidul - Lumajang
Dari beberapa cerita, 5 kuburan ini dari penelusuran mata batin orang pintar adalah para punggawa kerajaan Lamajang. Sebelum jadi pemakaman umum, Buju Sentono adalah kawasan tempat istirahat para pedagang dan punggawa kerajaan melintasi sungai Bondoyudo.
"Ya orang sakti," jelas Tomin salah satu warga ditemui lumajangsatu.com.
Baca juga: Lailatul Ijtima' NU Lumajang, Tradisi yang Terus Hidup dari Cabang hingga Ranting
Dia mengaku mendapat cerita dari sesepuh desa dan orang pintar yang kerap mendatangi 5 kuburan itu. "Katanya orang islam, khan keraaan Lamajang dikenal banyak muslimnya dulu," cerita dia.
Sekitar pemakaman ada juga kuburan yang nisannya sebuah umpak batu rumah kuno. Entah milik siapa, karena tidak ada nisan diumpak batu.
BACA JUGA : Pendaki Cantik Kegum Keindahan Ranu Kumbolo
Bahkan, ada satu kuburan dengan nisan kayu dipinggir sungai Bondoyudo. Jika ke makam "Bujuk Sentono" bagi yang tidak biasa akan merasakan bulu kuduk merinding.
"Ya, memang sedikit seram dan angker, tapi kalau sudah biasa, ya biasa," jelas Tomin. (ls/red)
Editor : Redaksi