Lumajang (lumajangsatu.com) - Abu vulkanik gunung Bromo mulai berdampak pada sektor pertanian. Meskipun, belum sangat merusak karena hujan abu tidak begitu deras dan terbantu dengan turunnya hujan.
"Kita terus pantau mas, abu vulkaniknya belum begitu parah sehingga dampaknya tidak parah," ujar Imam Suryadi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Kamis (21/03/2019).
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
Pertanian di Argosari saat hujan abu vulkanik bisa terbantukan jika hujan turun. Sebab, abu yang menutup daun akan hilang dan tidak perlu disemprot secara manual.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
"Yang paling terdampak kentang mas. Semoga hujan sehingga abu vulkanik yang menempel di daun bisa cepat hilang," jelasnya.
Ismaida, salah seorang warga Argosari menyatakan pada hari Kamis hujan abu vulkanik semakin parah. Jika hujan abu terus terjadi dalam beberpa hari kedepan, maka potensi gagal panen petani Argosari sangat besar.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
"Kalau terus menerus hujan abu bisa-bisa gagal panen mas. Terutama kentang yang sangat rawan mati terkena abu vulkanik ini," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi