Pariwisata Lumajang

Stigma Lumajang Kota Begal Akan Pengaruhi Sektor Pariwisata

lumajangsatu.com
Ranu Klakah salah satu segi tiga ranu di Lumajang yang menjadi andalan sektor pariwisata

Lumajang (lumajangsatu.com) - Stigma Lumajang kota begal akan mempengaruhi kunjungan wisatawan. Padahal, sejumlah objek wisata di Lumajang seperti Ranu Klakah mulai banyak disinggahi wisatawan manca negara (wisaman).

Sebelum penyampaian Catatan Strategis DPRD atas LKPJ Bupati Lumajang 2018 Komisi C DPRD menyoroti tentang stigmas negatif Lumajang. Komisi C meminta pemerintah bersama Polres Lumajang bekerja keras untuk merubah stigma negatif itu, menjadi kota yang aman.

Baca juga: "Ibuk’e Macan Ternak” Jadi Penyuluh Agama Islam Terfavorit 2026, KUA Sumbersuko Borong Predikat Favorit di Lumajang

"Stigma kota begal bagi Lumajang akan menggangu majunya sektor wisata, padahal sudah banyak objek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan asing," ujar Suigsan, Ketua Komisi C DPRD Lumajang, Selasa (02/04/2019).

Baca juga: Gus Rivqy Bagikan Qurban Sapi Seberat 1 ton di Jember dan Lumajang

Saat ini, Polres Lumajang memang sedang fokus melakukan pemberantasan kriminalitas jalanan dan juga maling sapi. Tim Cobra Polres terus memburu para begal yang memang meresahkan warga yang melintas di jalan Lumajang.

Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Hadiri Musyawarah Adat Tengger, Perkuat Pengakuan dan Kepastian Hukum Masyarakat Adat

Dalam beberapa minggu, sejumlah pelaku kejahatan berhasil diringkus dan dilumpuhkan. Tim Cobra juga tidak segan menembak kaki pelaku jika membahayakan petugas saat hendak ditangkap.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru