Kekerasan Anak

DPP HMPI Bereaksi Atas Kasus Bullying Audrey

lumajangsatu.com
#JusticeFor Audrey

Lumajang (lumajangsatu.com) - Fadhly Azhar, Kabid Keagamaan DPP Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) di tengah aktivitasnya dalam Advokasi Pendampingan Akreditasi Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren, bereaksi keras atas kejadian pengeroyokan Audrey yang dilakukan oleh beberapa anak SMA.

Fadhly yang juga aktif di GNKRI (Gerakan Nasionalis Kebangsaan Rakyat Indonesia) mengatakan bahwa kejadian tersebut adalah bentuk gagalnya pembentukan karakter. "Terjadinya tindakan anarkisme yang inferior di kalangan anak muda disebabkan karena tidak tuntasnya kesadaran pembentukan karakter dalam menciptkan kohesi sosial di kalangan anak SMA sebagai generasi milenial," ujar Fadhly.

Baca juga: Peduli Pengembangan Atlet Santri, Ning Laila Serahkan Alat Pertandingan di Kejurkab VII Trisula 2026 Pagar Nusa Lumajang

Saat ini, satu-satunya lembaga pendidikan yang sukses dalam pembentukan karakter sekaligus juga bersamaan sebagai lembaga sosial-kemasyarakatan adalah Pesantren. Maka, Fadhly menyimpulkan bahwa perlu disegerakan pengesahan UU Pesantren tahun ini sebagai lembaga pendidikan yang distimhtif dalam kerangka sistem pendidikan nasional.

Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa

Di tempat yang berbeda, Dyah Arum Sari, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP HMPI menyatakan bahwa perlu ada penanganan khusus untuk memahami kenapa pelaku memperlakukan korban seperti itu.

Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi

Dyah menganalisa bahwa kejadian pengeroyokan antar anak SMU ini merupakan dampak banalitas pergaulan anak muda yang inferior hingga diperkuat oleh arketipe gadget secara di bawah alam sadar.(Red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru