Lumajang (lumajangsatu.com) - Museum Daerah Lumajang yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memiliki koleksi peninggalan sejarah baru yakni sebuah batu goresan diperkirakan Surya Majapahit.
BACA JUGA : Video Jejak Budaya Menulis Lumajang Kuno
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
Batu alam dari letusan Gunung Semeru itu dipahat sebuah ornamen 8 penjuru mata angin mirip lambang Kerajaan Majapahit. Padahal Lumajang dulu dikenal sebagai Kerajaan Lamajang.
Dari penelitian tim sejarawan dan arkeolog Musuem, Batu tersebut ditemukan di Dusun Jabon Desa/Kecamatan Pasrujambe. Satu lokasi dengan sejumlah batu prasasti khas huruf jawa Semeru Selatan."Jadi sebelum itu kita selamatkan, ada prasasti Pasrujambe," ujar Aries Purwantiny, Arkeolog Musuem Daerah.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
Menurut dia, penyelamatan terhadap batu mirip Surya Majapahit, dikarenakan sebelumnya sudah ditemukan sejumlah prasasti lama. Sehingga, jika ada temuan lain bisa diperkirakan sejaman. "Selain batu, ada juga palus dan umpak," terangnya.
Pasrujambe adalah kawasan tempat para resi atau keluarga kerajaan menempa ilmu pengetahuan. Selain itu, mereka berada di kaki Gunung Semeru belajar ilmu diluar keduniaan."Jadi banyak resi yang tinggal di kawasan kaki Gunung Semeru," jelasnya.
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
BACA JUGA : Yudhie GA Musisi Asal Gucialit Aktif Ciptakan Lagu Bertema Alam dan Persahabatan
Museum Daerah Lumajang banyak mengkoleksi prasati Parsujambe dan arca yang ditemukan diberbagai tempat. (ls/red)
Editor : Redaksi