Lumajang- Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) 757 Tahun, Sudah usai. Minggu Malam (20/01/2013) di Warung Pondok Asri Jl Sukarno Hatta, panitia besar Harjalu dibubarkan oleh Drs. Fatah Ismail, Sekda Kabupaten Lumajang.
Gaya Hidup
Musim Hujan, Jasa Cucian Kebanjiran Untung
Lumajang-Musim hujan ternyata tidak membuat usaha menjadi terganggu, Pasalnya, Omzet usaha jasa pencucian pakaian atau laundry di Lumajangg meningkat 2 kali lipat di Musim Penghujan ini. Bahkan, dalam sehari bisa meraup keuntungan ratusan ribu rupiah. Pemilik Bunga Laundry, Yuli Haris mengatakan, dibanding hari biasa yang hanya belasan paket cucian. Kini bisa mencapai puluhan paket 2-5 kilogram.
BPBD Lumajang Lengkapi Relawan Dengan Alat Komunikasi
Lumajang-Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, memberikan sejumlah fasilitas kepada para relawan untuk memudahkan kinerja para relawan dilapangan.
Anak-anak Korban Lapindo Ikut Hijaukan Gunung Lemongan
Klakah- puluhan anak usia belasan tahun yang menjadi korban lumpur Lapindo yang berasal dari Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, pada hari minggu 30/12/2012 mendaki Gunung Lemongan bersama dengan anak-anak dari Sekolah Rakyat Merdeka Ranu Klakah didampingi oleh para relawan Laskar Hijau untuk melakukan penanaman bersama di kawasan Watu Silang, salah satu kawasan yang selama ini dikonservasi oleh Laskar Hijau di Gunung Lemongan.
Perayaan Tahun Baru, Ajang Mabuk-mabukan, Tawuran dan Balapan Liar
Lumajang-menjelang perayaan pergantian Tahun Baru 2013, pengamanan terus dilakukan oleh jajaran Polsek Kota Lumajang. Menurut Iptu Totok Suyadi, Kpolsek Kota Lumajang sebelum acara tahun baru pihaknya telah mempersiapkan pengamanan yang didukung penuh Polres Lumajang. "Razia dan patroli tersu dilakukan," Ungkapnya. Antisipasi yang terus diwaspadai saat malam pergantian tahun adalah adanya tawuran antar kelompok dan antar Genk. Sebab, saat pergantian tahun baru banyak sekali kelompok pemuda yang berkumpul. "Tawuran antar kelompok dan Genk saat malam pergantian Tahun terus diwaspadai," Tambahnya. Diwilayah hukum Polsek Kota ada beberapa titik yang menjadi tempat kumpul para pemuda. Antara lain Jalan Lintas Timur(JLT), Jalan Pelita, jalan Embong Kembar (Jl. Gubernur Suryo). "Ada beberap titik berkumpulnya pemuda." Ujar Totok. Ia juga meminta kepada Masyarakat untuk melaporkan bila menjumpai tempat-tempat mabuk, tempat penyimpanan minuman keras, dan tempat hiburan ilegal. Dari pengamatan kondisi masih terbialang kondusif, namun adanya balapan liar yang sulit dikendalikan. Sebab, pelakunya selalu main kucing-kucingan dengan petugas. "Ada bebrap ruas jalan yang sudah mulus dan digunakan trek-trekan oleh pemuda sehingga membahayakan pengguna jalan yang lain," Pungkasnya.(Yd/red)
Paimin AP, Dapat Anugrah Camat Patuh Pajak 2012
Candipuro-Camat Candipuro Paimin AP mendapatkan penhargaan Camat Patuh pajak, yang digelar oleh Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Lumajang, dalam Malam anugrah Wajib pajak 2012 di pendopo Kabupaten Lumajang. Kamis Malam (27/12/2012). "Ini adalah penghargaan bagi para petugas yang ada di Kecamatan Candipuro, bukan penghargaan untuk saya semata," Ungkap Paimin AP Camat Candipuro. Menurutnya, dirinya tidak mungkin medapatkan penghargaan sebagai Camat patuh pajak, tanpa ada dukungan dari seluruh Staf Kecamtan, Kepala Desa, yang telah sukses memberikan sosialisasi agar warga Candipuro patuh untuk membayar pajak. Sehingga, penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh warga Candipuro. "Ini penghargaan untuk seluruh Masyarakat Candipuro yang telah patuh memebayar pajak tepat pada waktunya," Ujar paimin. Ia menambahkan, sebagai bentuk syukur dengan anugrah tersebut, kecamatan pada malam pergantian Tahun Baru 2013, akan mengadakan acara kumpul barenng bersama seluruh staf Kecamtan, perangkat Desa dan Masyarakat Candipuro. Sehingga, Masyarakat bisa menikmati penghargaan yang diperoleh Kecamtan candipuro. "Malam pergantian Tahun Baru 2012, kita akan mengadakan Tasyakuran," Pungkasnya.(Yd/red)
Puluhan Penganten Nikah di Pendopo Lumajang
Lumajang-Dalam memperingatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke 757 Tahun dan memperingatan Tahun Baru islam 1434 Hijriah, Pemerintah Kabuaten Lumajang menggelar Nikah masal, yang ditempatkan di pendopo kabupaten Lumajang. Rabu Malam (26/12/2012). Menurut Abdul Qodir Kabag Kesra pemkab Lumajang yang juga Ketua Panitia Nikah Masal peserta nikah masal berjumlah 36 pasangan. "Jumlahnya peserta Nikah masal 36 pasangan," Ungkapnya. Namun, saat acara berlangsung satu pasangan tidak hadiar kerana orang tua mempelai laki-laki sakit. Akan tetpai pihaknya telah menghubungi KUA setempat untuk tetap menggratiskan biaya nikah pasangan penganten tersebut. "Satu tidak hadir karena orang tuanya sakit," Ujarnya. Selain mendapatkan fasilitas gratis biaya nikah, para penganten juga mendaptkan rias gratis dan resepesian gratis di Pendopo Kabupaten. Para peserta nikah masal berasal dari 8 kecamatan, dengan jumlah terbanyak kecamatan Rowokangkung yang mencapai 15 pasangan. "kecamtan Rowokangkung paling banyak peserta nikah masalnya," Tambahnya. Dari 36 pasangan pengantin, ada mempelai tertua yakni Suparti 82 tahun, dan Lasmi 62 Tahun dari Kecamtan Rowokangkung. Untuk pengantin termuda, Niman 20 tahun dan Dewi Purwanti 18 Tahun asal Kecamatan Tekung. Ia berharap ke 36 penganten tersebut, bisa mnejadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warohmah hingga dipisahkan oleh ajal.(Yd/red)
Bupati Masdar, Ajak Masyarakat Lumajang Mencintai Sejarah
Sukodono-Acara pergelaran Sendara tari Bedhoyo di Benteng Kerajaan Lamajang Tigang Juru, dikunjungi oleh Bupati Lumajang Dr. H Sjahrazad Masdar MA. Meskipun diakhir acara di guyur Hujan rintik-rintik Bupati tetap serius menyimak dan melihat tarian sejumlah pemuda dan anak-anak tersebut. Dalam sambutannya, Bupati merasa bangga dengan peninggalan kerajaan Lamajang. Dia mengajak kepada seluruh rakyat Lumajang Khusunya yang berada di kawasan peniggalan untuk menjaga dan melestarikan sejarah peniggalan Lumajang. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang melestrikan sejarahnya, Jas Merah jangan sekali-kali lupa sejarah," ungkapnya. Meski belum merealisasikan Perda cagar Budaya, untuk melindungi peninggalan-peningglan yang ada di kabupaten Lumajang, Bupati tetap mengajak masyarakat bersama-sama menjaga peninggalan bersejarah di Lumajang. Kedatangan Bupati yang keduakalinya ke Situs Biting, tatap mendapat antusias yang tinggi dari warga sekitar. Mulai setelah Magrib, masyarakat sudah berkumpiul dan datang kelokasi pementasan Sendara tari Bedhoyo Lamajang Tigang Juru. Sejumalah tokoh masyarakat dan perangkat Desa Kutorenon dan Kecamatan Sukodono juga hadir dalam acara tersebut.(Yd/red)
Penari Berakasi di Benteng Kerajaan Lamajang Tigang Juru
Sukodono- Seniman kondang yang sudah biasa tampil diajang Internationl, Parmin Ras, berasama sejumlah pemuda Selasa Malam (25/12/2012) Mengadakan pergelaran Sendara tari Bedhoyo Lamajang Tigang juru di Benteng Kerajaan Lamajang Tigang Juru. Menurutnya, saat melakukan tanya jawab dengan penonton dan Bupati Sjahrozad Masdar, tarian tersebut untuk menggambarkan suasana didalam Keraton Lamajang Tigang Juru. Tarian tersebut, juga bukan sebuah rangkaian cerita, karena hanya dipersiapkan selama dua hari tanpa melibatkan para penari profesional. "Hanya dipersiapkan dua hari, dan para penarinyapun berasal dari anak muda yang peduli dan ingin melestarikan kebudayaan Lumajang," Ujar lelaki yang sudah mulai memutih rambutnya itu. Dalam tariannya mengambarkan sebuah kehidupan yang damai dalan suasana keraton. Banyak anak-anak yang bermaian, dan juga para putri yang menari-nari. "Kisahnya menceritakan kehidupan damai di Kerajaan Lamajang," Ungkapnya. Nantinya, bila dipersiapakan lebih lama, maka ceritanya bisa diperpanjang hingga penyerangan Pasukan Majapahit kebentang Kutorenon (Kerajaan Lamajang). "Kalau lebih lama, ceritanya bisa sampai pada penyerangan pasukan Majapahit," Pungkasnya. Sementara itu, penari dadakan yang tampil dalam kegaiatn tersebut menyatakan, dirinya ikut dalam kegaiatan pementasan kesenian untuk ikut melestarikan kesenian Lumajang, dan mengenalakan Situs Biting. "Saya ingin melestarikan kesenian Lumajang," Ujar Mahasiswi yang Kuliah di Jember tersebut.(Yd/red)
Liburan, Kunjungan Wisata Meningkat
Lumajang- Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2013, membuat Kunjungan ke obyek wisata Water Park di Kawasan Wonorejo Terpadi dan Pemandian Alam Selomkambang di Desa Purwosono Kecamatan Sumber Suko melonjak 4 sampai 5 kali lipat dalam sehari. Pengunjung kebanyakan dari luar kota Lumajang. Data pengunjung di Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya, Pada saat hari-hari biasa Water Park hanya 100 orang diliburan meningkat menjadi 500 orang lebih. Untuk pemandian Selokambang hari biasa 200 orang, diliburan natal dan tahun baru meningkat menjadi 700 lebih orang. Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya, Gawat Sudarmanto mengatakan, liburan panjang pelajar yang berbarengan dengan natal dan tahun baru adalah hal baru terjadi. Sehingga, kunjungan ke tempat wistaa di LUmajang meningkat tajam. "Pokoknya dengan liburan panjang, kami memberikan hiburan gratis. Untuk biaya masuk atau tiket, setiap pengunjung dikenai biaya Rp. 10.000. Untuk hiburan di 2 obyek wisata musik elektone dengan aktris lokal. "Kami ingin menjadikan tempat wisata bisa dikunjungi kembali," terangnya. Untuk obyek wisata alam ranu klakah juga mendapat imbas kunjungan wisatawan, dihari biasa hanya skeitar 20 orang kini melonjak menjadi 150-200 orang.(krs/yd/red)